Monday, July 24, 2017

Belajar Jadi Manajer Keluarga yang Profesional

Posting blog kali ini masih dalam rangka mengerjakan nice homework dari Kelas (Remedial) Matrikulasi Institut Ibu Profesional :) Kalo nggak, manalah mungkin saya akan menulis, hehe :D
Dan sebenarnya ini adalah Pe-eR yang terlambat dikumpulkan, tapi gak papa lah yaa... Lanjut!

Untuk menjadi seorang ibu merangkap manajer keluarga yang profesional, harus bisa fokus dengan tugas-tugas sebagai ibu sekaligus manajer keluarga. Nggak ada lagi kesempatan untuk bingung dengan diri sendiri dan keteteran urusan manajemen diri sendiri. Salah satu godaan terbesar dalam memanajemeni diri sendiri -atau bahasa kerennya self management- adalah manajemen waktu. Salah satu sebab Pe-eR ini telat dikerjain adalah karena manajemen waktu saya yang masih kacau bin amburadul. Butuh waktu lama untuk merenung dan mempraktikkan teori perenungan saya tentang manajemen waktu. Walaupun demikian, walaupun uji cobanya masih belum sepenuhnya berhasil, ya sudahlah... mari kita kerjakan Pe-eRnya. Nanti kalau masih ada yang perlu diperbaiki, ya diperbaiki lagi. Semangat!

Ada dua hal terkait waktu yang saya renungkan cukup lama. Yaitu aktivitas penting dan aktivitas tidak penting. Kendalanya karena suka jadi orang sok sibuk ya, makanya merasa semuanya penting. Ternyata oh ternyata.... Inilah dia daftarnya.

⇒3 Aktivitas Paling Penting
1. Ibadah Harian (solat, tilawah, dzikir, belajar ilmu agama dan -insyaAllah- jadi istri sholihah saya masukkan juga dalam kategori ini);
2. Melakukan hobi (baca buku, menulis, dan mungkin hal lain yang menjadi hobi setelah ini, tapi yang positif yaa :)); dan
3. Bisnis. Menurut saya ini penting banget karena sekarang sudah ada asisten yang kerja di toko buku saya, insyaAllah akan bertambah lagi.. aamiin.. Yaiyalah penting, kalo ga serius bisnisnya darimana mau bayar gaji Mba Asisten :p

Kenapa ngantor kok nggak saya masukkan dalam list di atas? (Ada kok, tenang aja! Di list nomer 5 tapi.... makanya ga kebaca, hehe :p)

⇒3 Aktivitas Paling Tidak Penting
1. Online.. online... biasanya ini stalking akun olshop, kepo hal2 gak penting dari medsos, atau baca-baca artikel ala-ala yang suka bikin penasaran padahal nggak berfaedah juga. Huft!;
2. Tidak melakukan apa-apa alias bermalas-malasan, kadang bisa dalam bentuk kebanyakan tidur. Kata lainnya -yang lebih menenteramkan hati adalah- bersantai. Kadang ini jadi kayak permakluman kalau lagi weekend, lelah setelah lima hari bekerja di kantor. Kadang-kadang juga pelampiasan kalo habis tugas keluar kota; dan
3. Nonton. Nontonnya di rumah sih... Kadang di TV, kadang di yutub, kadang channel2 web tertentu. Ini juga salah satu pembenaran kalo lagi pusing banyak kerjaan atau habis mikir berat. Alibi aja padahal, hehe :p


Dan... lebih sering untuk yang manakah saya menghabiskan waktu? Sayang sekali, selama ini ternyata tiga aktivitas paling penting belum benar-benar menjadi prioritas saya. Sesekali jadi prioritas sih, tapi lebih sering kegodanya. Oleh aktivitas tidak penting dan aktivitas yang prioritasnya di bawah itu. Masih suka terjebak rutinitas. Butuh waktu yang cukup dan tekad yang kuat untuk memutus lingkaran kebiasaan buruk ini.


*****


Inilah jadwal harian yang coba saya buat. Secara garis besar aja sih. Dengan sebagian besar waktu saya Senin sampai dengan Jumat saya habiskan di kantor.

Pagi (sebelum ngantor)
Pagi biasanya saya mengerjakan hal-hal rutin seperti solat subuh, beberes rumah (sebentar), mandi, dan kadang menyiapkan pekerjaan untuk Mba Asisten di bisnis saya.
Ke depannya ingin juga sempat menulis di rumah sebelum berangkat, rutin solat malam, hafalan, dan mengerjakan beberapa kerjaan bisnis toko buku saya.
Oiya, sudah seminggu lebih saya berangkat ke kantor lebih pagi. Supaya kalau di perjalanan selama ke kantor, krl masih sepi dan saya bisa menyisipkan satu-dua aktivitas penting. Biasanya kalau berangkat siang, krl pasti lebih penuh. Selain energi lebih cepat habis untuk berdesak-desakan, rentan terlambat sampai kantor dan nggak bisa ngapa-ngapain di krl. Parahnya kadang jadi mengeluh, padahal hari masih pagi. Alhamdulillah sekarang sampai di kantor, ada beberapa to do list penting yang beres saya kerjakan :)

Pagi s.d. Siang (di kantor)
Semenjak berangkat lebih pagi, saya sampai di kantor juga lebih pagi. Sekitar 45 menit sebelum memulai bekerja. Ini juga waktu yang lumayan untuk melakukan to do list pribadi. Dapatlah satu aktivitas penting terselesaikan sebelum bekerja. Pas jam kerja, saya memilih untuk memulai dengan berpikir kreatif untuk tugas di kantor. Baru mengerjakan kerjaan-kerjaan yang termasuk rutinitas.

Siang s.d. Sore (di kantor)
Siang biasanya masukin agenda tidur siang, tapi masih sering gagal. Lumayan 30 menit, bahkan kadang bisa 5-10 menit aja, tapi rasanya jadi fressshhh. Solat. Makan siang. Lanjut mengerjakan kerjaan kantor. Kalau lagi sempet bisa juga lah waktunya untuk belajar yang terkait dengan pekerjaan kantor.

Malam (setelah ngantor)
Nah, semenjak datang pagi dan ada gerakan efisiensi birokrasi di kantor yang menghimbau pegawai untuk mengurangi lembur, alhamdulillah saya selalu pulang tenggo. Begitu pukul 17.00 teng langsung go. Seringnya masih dapat magrib di rumah sih. Hanya saja krl pulang ini agak padat jadi kadang nggak bisa disambi melakukan aktivitas penting. Malamnya nyampe rumah makan, mandi, kerja di toko milik sendiri :D Kalau Pak Suami sudah pulang, biasanya ngobrol sama Pak Suami dulu sebentar. Seringnya sih waktu malam ini kepake buat belajar online, tapi tidak jarang juga saya ngantuk di tengah jalan. Ada 2 dilema terkait waktu malam. Kalau rencana, inginnya tidur pukul 22.30 WIB. Tapi kan...tapi kan... entah kenapa saya lebih on untuk mikir itu kalau sudah lepas pukul 23.00 WIB. Di sisi lain, sunnahnya nggak boleh bobok terlalu malam ya... Ini yang masih agak dilema. Sementara tetap sesuai rencana dulu (kecuali hari ini, udah hampir jam 1 malem pun masih melek), semoga bisa lekas menyesuaikan... Yang terpenting mencari formula waktu on... waktu bilamana ide-ide berdatangan dan loading otak saya cepat. Haha

Nah, di tiap-tiap waktu itu ada jadwal dinamisnya. Sabtu-ahad kurang lebih sama. Bedanya di pagi s.d. sore, jadwalnya super dinamis. Detail udah dibuat, tapi malu ah... gak usah dipublish ya... Doakan saja saya bisa menjalankannya dan lebih pandai memanajemen waktu, dan lebih produktif, kreatif, rajin menabung, sholihah, dan mushlihah... Aamiin :D



7 comments:

  1. Manajemen waktu memang penting ya, apalagi buat yang kerja kantoran. Dengan adanya jadwal, bisa lebih teratur.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, Mba. Kalo ngga seperti yang selama ini terjadi pada saya... gampang terlena, hehe :D

      Delete
    2. Anyway, thanks ya Mba sudah mampir berkunjung ke blog saya yang masih melompong ini :)

      Delete
  2. Aq juga sering terjebak dlm cuci mata olshop mba, hiks..ga sadar tau2 habis waktu..trims artikelnya mba, mau rapihin jadwal juga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, iya, Mbaaa. Scroll, scroll, terus kepikiran, mau beli pikir-pikir ya :D
      Kalo ada budgetnya, bingung milihnya. Kalo ga ada budgetnya, duh..rasa ingin memiliki ga bisa pergi :D

      Delete
  3. wah padat ya kegiatanya seharian

    ReplyDelete
  4. wah, asyiknya ya dah nemu irama yang pas buat aktivitas sehari-hari :)

    ReplyDelete