Monday, September 24, 2012

Tetangga (kecil) Baruku ^__^

Ia tersenyum malu-malu melihatku. Seakan ingin menyapa tapi tak tahu apa yang hendak dikata. Melihat senyum polosnya, tak kuasa aku abai terhadapnya. Kulambaikan tanganku seraya kuajak ia agar mau menghampiriku, yang belum dikenalnya. Rasa lelah sepulang bekerja pun hilang dalam sekejap saja demi melihat senyum tulusnya. Penasaran, aku tanya siapa namanya. "Aaiis... Aiiiss," tak jelas jawabnya membuatku bertanya ulang, masih tetap sambil melambaikan tangan padanya. Alih-alih menjawab lambaianku, sambil meneriakkan namanya -dengan artikulasi yang belum jelas- ia malah pergi menjauh. Tiga-empat detik berikutnya setelah menjauh, tiba-tiba saja ia menghampiriku dan masuk ke dalam rumah. Melewati aku yang masih ternganga dan sedang berpikir bagaimana cepat sekali pikirannya berubah. Ah ya, dasar kanak-kanak. Senyumku mengembang sempurna.

Namanya Dannis -ternyata- dan ia ceria sekali. Tetangga kecilku yang baru. Rambut ikalnya, sepenuhnya membuatku terpesona. Apalagi bicaranya yang masih belum jelas dan juga... tentu saja senyum polos setiap dia selesai mengucapkan sesuatu. Jika melihat pintu rumahku terbuka, maka tiba-tiba dia akan masuk ke dalam rumah. Melihat-lihat apa yang bisa dijadikan mainan, tersenyum senang. menirukan apa yang didengarnya sambil terbata, dan sekali lagi tersenyum senang. Begitu seterusnya. Kalau dirasanya cukup, maka ia memutuskan keluar, mencari hal lain yang lebih baru. -_______-a

Dua bulan sudah tinggal keluarga kecil kami berpindah, alhamdulillah di lingkungan yang baru ini kami cukup betah. Apalagi kalo si kecil ini bermain ke rumah...


lihatlah gayanya....




How cute he is!!!


Dari si tetangga kecil ini, aku belajar bahwa....

1) Kita harus terus bergerak seperti geraknya yang hampir tak pernah berhenti...^_^
2) Keterbatasan sarana tak akan menghalangi kita untuk bahagia (seperti ekspresi mukanya ketika ia bermain ke rumahku dan tak menemukan mainan barang satupun, tetap dengan senyum cerianya apa saja akan bisa dijadikan mainan olehnya)

Ah ya, anak-anak... dunia yang selalu kurindukan. Karena dari mereka kita selalu bisa belajar banyak tentang kehidupan.

Baiklah, target berikutnya.... anak-anak tetangga yang lain... hehehehe :D     

3 comments:

  1. waaaa,,,anak impianku itu,,hoho,,
    #komen terakhir...jadi bikin serem

    ReplyDelete
  2. hati-hati modus penculikan nih...
    `:D

    ReplyDelete
  3. Belajar dari aku dong mbaa :)

    *ngerasa anak-anak

    ReplyDelete