Thursday, April 26, 2012

Rindu Adik-Adik

Beberapa hari ini saya sedang membaca buku Indonesia Mengajar yang isinya tentang cerita-cerita putra-putri terbaik bangsa yang sedang mengabdikan dirinya di seluruh pelosok Indonesia. Membacanya... wow, subhanallah! Pagi ini ada sepotong kisah yang membuat saya meneteskan air mata di kantor setelah beberapa kisah sebelumnya membuat saya menangis sendirian malam-malam. Membacanya, jadi mengingatkan saya pada adik-adik di Lapak Sarmili. Hemmm... kangen dengan mereka sangaattt...

Yanti, yang selalu semangat bersekolah. Ia selalu menceritakan dengan bangga prestasi-prestasinya pada saya. Ia memang bukan siswi paling pintar, tapi di tengah lingkungannya saya pikir semangatnya selalu luar biasa. Sekarang ia sudah beranjak remaja pasti.

Lalu ada Ita yang pendiam dan kalem. Rambut keritingnya yang lucu. Ita selalu yang paling rapi saat mengaji. Matanya yang lebar. Meski pendiam, ia bisa menjadi sangat galak saat kakaknya, Rendy mengganggu.

Rendy, kakak Ita yang tidak bisa diam. Dengan giginya yang bolong-bolong dimakan permen, ia sering menunjukkan senyum khasnya kalau tidak bisa mengingat huruf hijaiyah yang saya ajarkan.

Ada juga Kartubi. Yang paling saya ingat dari Kartubi adalah ketika saya mengajarinya huruf Ja-Ha-Kho. Kartubi sangat bingung membedakan ketiga huruf itu. Ya, dia sering salah membaca Ja dengan Ha atau Kho, dan sebaliknya. Ketika saya menunjuk sebuah huruf dan memberinya tebakan, "Ini yang titiknya di atas, huruf apa...?" Dia hanya tersenyum sambil berusaha mengingat dengan sangat payah huruf apakah yang saya maksud. Dicarinya jawaban itu ke langit-langit mushola yang terlihat lembab kena air hujan, tapi tak ada. Hingga matanya berputar-putar lucu dan pada akhirnya dia berkata dengan nyaring, "Huruf Jaaa!" Saya cuma tertawa dan membetulkan jawabannya, "Yang titiknya di atas Kho, kalau Ja yang ini." Ya, sampai hari ini saya masih ingat mata Kartubi yang berputar-putar lucu itu.

Juga ada Juleha, bocah perempuan cilik ini meski kecil tapi suka sekali mengganggu temannya. Meski pada akhirnya kadang dia juga menangis seperti korban kejahilannya.

Ada Ayu, saingannya Juleha. Ada Sholeh, bocah laki-laki yang diam-diam membuat saya kagum karena tingkah lakunya yang baik. Nengsih.. dan yang lainnya. Ah, bagaimana ya kabar mereka adik-adikku? Masih terbayang dengan jelas ketika saya datang ke mushola, setiap mereka melihat saya mereka akan langsung berhamburan mencium tangan saya dan menempel-nempel di dekat saya. Lalu ekspresi resahnya mereka kalau disuruh mandi. Saat saya mengajari mereka mengaji, tapi mereka malah berlari-lari. Juga saat mereka memanggil teman-temannya untuk mengaji dengan bahasa khas mereka. Masya Allah... rindu semua itu, rindu adik-adikku...
Semoga Allah selalu melindungi kalian, adik-adikku Sayang. Tetap belajar yang rajin yaaa, selalu semangat sekolah dan mengajinyaaa... Peluk sayang untuk kalian, adik-adikku...


sehabis mengaji, adik-adik ini excited sekali difoto^^

No comments:

Post a Comment